|
Kunjungan Sekretaris Kabinet, Dr. Dipo Alam ke Iran, 27-28 Februari 2010 |
|
|
|
KBRI Tehran - Monday, 01 March 2010 |
Selanjutnya, Sekretaris Kabinet menyampaikan harapan agar D-8 dapat terus meningkatkan total intra-trade yang telah mencapai 3,5 % ( USD 35 billion) pada tahun 2006, 6% (USD 68 billion) menjadi sekitar 10-15% pada tahun 2016-2018. Untuk itu diperlukan adanya intensifitas kerjasama yang diantaranya dapat dilakukan dengan mengadopsi model-model kerjasama bilateral yang telah dilakukan antara lain antara Indonesia-Nigeria dalam bidang tekstil, serta Indonesia-Iran dalam bidang fertilizer dan energi ke dalam tataran kerjasama D-8. Terkait dengan kerjasama di bidang fertilizer, Sekretaris Kabinet menyatakan bahwa kerjasama food security program merupakan salah satu titik kerjasama yang dapat diadopsi oleh D-8, mengingat kerjasama D-8 mencakup lebih dari 930 juta penduduk yang membutuhkan pasokan makanan.
Dalam petemuan dengan Presiden, Menlu dan Menperin Republik Islam Iran, Sekretaris Kabinet dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus menyatakan harapannya agar hubungan bilateral Indonesia-Iran dapat lebih ditingkatkan lagi karena hubungan perdagangan yang telah dijalin selama ini belum mencerminkan potensi kerjasama yang sesungguhnya. Dalam kaitan itu, Sekretaris Kabinet mengharapkan agar proyek kerjasama investasi kedua negara di bidang fertilizer dan penyulingan minyak dapat segera terwujud. Harapan Sekretaris Kabinet mendapatkan respon positif dari Pemerintah Iran. Presiden Mahmoud Ahmadinejad bahkan menyampaikan bahwa tidak ada batasan dalam hubungan bilateral di antara kedua negara.
Dalam pertemuan terpisah dengan Menteri Perindustrian Iran, Ali Akbar Mehrabian, tercapai kesepakatan untuk dapat lebih meningkatkan kerjasama ekonomi bilateral dengan mengoptimalkan wahana Sidang Komisi Bersama yang dilaksanakan secara periodik. Sekretaris Kabinet menyampaikan bahwa Sidang Komisi Bersama dapat dimanfatkan untuk menyusun target pertumbuhan kerjasama perdagangan dan investasi bilateral dan mengindentifikasi sektor-sektor unggulan untuk mencapai target tersebut. Masalah-masalah yang muncul kemudian terutama yang membutuhkan komitmen politik dapat langsung dibahas oleh pimpinan nasional masing-masing pada Sidang Komisi Bersama selanjutnya.
Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Kabinet juga mengundang sektor-sektor unggulan Iran diantaranya Semen dan besi baja untuk turut melakukan investasi di Indonesia terkait dengan pembangunan infrastruktur. Secara spesifik, Sekretaris Kabinet juga mengundang Iran untuk berpartisipasi dalam pembangunan Jembatan Selat Sunda. Undangan Sekretaris Kabinet disambut positif oleh pihak Iran yang menyatakan bahwa Iran memiliki kemauan dan kemampuan untuk terlibat dalam pembangunan infratruktur di Indonesia, khususnya Jembatan Selat Sunda.
|
|
KBRI Tehran - Last Updated ( Monday, 01 March 2010 )
|